aku menatap waktu dalam visual hidup yang sembab
sang kelana menuliskan kisah tentang jiwa yang hatinya kemarau
dan kisahnya dimulai ketika oksigen pertama menyapu paru-paru
sejak itu dia menjadi jiwa tanpa kendali menerawang dalam kelana
belajar memilih tanpa tau pilihannya belajar memilah tanpa tau apa yang dipilahnya
sang kehidupan alam menuntunnya terseok-seok terkadang dia tersesat dan harus kembali
ke jalan semula seperti dalam taman labirin tanpa pernah sampai tepian......
sejak itu dia menjadi jiwa tanpa kendali menerawang dalam kelana
belajar memilih tanpa tau pilihannya belajar memilah tanpa tau apa yang dipilahnya
sang kehidupan alam menuntunnya terseok-seok terkadang dia tersesat dan harus kembali
ke jalan semula seperti dalam taman labirin tanpa pernah sampai tepian......
Terkadang dalam lelah sekalipun sang kelana tetap menapak merangsek lembah tak hirau luka sayat merayapi tubuhnya, langkahnya tak gentar......
Akankah sang kelana menepi sejenak...?
Dalam bayangan sungai dikaki bukit riaknya mengucapkan senandung kerinduan seorang teman tuk mengundangnya melabuhkan asa dalam rengkuhan pelangi senja.....
Itupun jika dia mampu terus menatap lentera kecil pemandu jiwa sang kelana.......
Aku tertegun sejenak di sisi bukit dalam kelambu halimun,saat itu sunyi sangat kedap sampai nafaskupun tak mampu kudengar.
Dalam perjalanan ini kelana menjadi sangat gelisah sampai gemetar jiwanya menulis lanjutan kisahnya di lorong jalan lurus tapi tak mulus,mengapa tak kutemui persimpangan?
Aku hanya menepi sejenak mengulurkan tangan alakadarnya dan kembali melanjutkan perjalanan yang fana dalam fatamorgana.
Ketika seorang sahabat menemani sejenak langkahku dia lebih gelisah dari sang kelana,seperti biasa sang kelana selalu mempunyai kata bijak mengobarkan semangat pelita sahabatnya,lalu sang kelana tetap melangkah sepi mencari persimpangan....
Pada sebuah senja nan jingga kelana disapa oleh dara kelana, pernah kenal dalam masa yang usang.
Hanya sekedar basa-basi cerita lalu, tapi berlanjut setiap hari tegur sapa dan kelana lara bersimpuh pada cinta kelana dara.
Pada sebuah senja nan jingga kelana disapa oleh dara kelana, pernah kenal dalam masa yang usang.
Hanya sekedar basa-basi cerita lalu, tapi berlanjut setiap hari tegur sapa dan kelana lara bersimpuh pada cinta kelana dara.



0 komentar:
Posting Komentar