Rabu, 09 November 2011

Tentang seuntai kata

Dikau bak teratai berselimut kabut dipagi sejuk
Embun belai lembut kelopak cantikmu
desau angin bernyanyi kagum indahmu
eloramu memukau jiwa kala mentari sapukan hangatnya...


Menatap dalam syahdu dibalik tirai hatimu
Indah menjalin asa galau merindu
Risalah cinta terlarang membayang semu
Rangkain indah fatamorgana memulas sendu


Jika ku menatap bening matamu laksana mentari menatap pagi dengan kehangatannya
Saat kau tersenyum cantik laksana jiwa dibelai kasih sayang
Dan setiap pagi engkau adalah inspirasi hatiku...


Kesendirianku....
Terjaga dalam angan melayang
Terpaku diam kabut mengambang
Seulas senyum membayang
Tak sanggup ku meraihnya tuk kudekap dalam jiwa temani hati yang lara...


Rembang petang guratkan jingga
Eloramu pesona jiwa nan lembut
Tatapmu sebening embun dalam peluk kabut mengantar pagi
Nyanyian pagi semerbak mawar senyum manis nan indah
dan aku terpedaya tatapmu berpuisi walau tak berkata


Pagi dinihari sekelumit bahagia tersenyum dari jauh
Kesedihan hambar melepas sapa kepada bahagia
Maaf, aku belum bisa menyiapkan ruang untuk hatimu...


Aku mencari hati untuk jiwa yang gamang
melayang gentayangan tak tau hendak kemana
seolah raga yang terbunuh sepi dalam keramaian
meracau dalam asa terpasung igaunya yang bisu


aku sebentuk hati dipadang gersang
yang resah dalam galau meratap
usik jiwa yang ingin berontak
riakan gelombang dalam pasungan raga
angkuh tapi rapuh penuh bimbang
teriakan hati hunus jiwaku tuk bangkit
nampak jiwa bakar api tuntunan langkah
aku diperjalanan berbekal doa dari jiwa para pelindungku...


Kuterhempas dalam bejana tak bertuan
diliputi bisikan hati menyayat sukma
kuterjaga dipasung mimpi tanpa tepi
mencari sisi sebentuk hati tuk sandarkan jiwa
yang telah lama menggumam dalam demam tanpa asa


dia kata aku apa tapi tak apa
katanya dia hebat aku tak mengapa
salah menutup benar tak terasa
seperti hujan menghujam bumi merana
tatap sengit menusuk langit terbata-bata
dia pikir aku apa bisa mersa kuasa hampa
semua ada memijah alam sengsara...